Bang Amang, tetangga gua

Selasa lalu, 4 Oktober 2005 gua mampir ke rumah nyokap dalam rangka menjelang ramadhan. Gak disangka ada tetangga lama gua yang meninggal.Bang Asman alias Bang Amang meninggal dunia di usia 66 tahun (tahun kelahiran tidak ada yang tahu). Bang Asman adik dari bang Asum dan Abang dari Bang Ahmad. Semua adalah tetangga gua yang asli betawi dan sudah tinggal di sekitar kampung dukuh sejak kampung gua masih berupa kebun karet dan persawahan (bayangin deh tempat itu sekarang al jadi pondok indah). Mereka adalah sebagian kecil penghuni asli betawi yang belum pindah ke kampung yang lebih pinggir lagi. Sebagian besar tetangga gua yang betawai asli sdh pindah ke daerah2 pinggiran seperti ciputat,kampung utan, kampung sawah, pondok cabe, pondok aren, jombang sd Parung.
Bang Amang adalah tetangga gua yang sangat terkenal di kampung dukuh. Bukan karena jagoan atau apapun tapi karena dia ...maaf wadam. Waktu kecil gua dan teman2 suka cekikikan kalau bang amang yang harum lewat. Walau begitu Bang Amang terkenal rajin dan sayang sama anak-anak kampung. Sampai dengan akhir hayatnya dia tidak terpikir untuk menikah. Rumahnya yang warisan dari orang tuanya ditempati sendiri. Sebulan lalu katanya, Bang Amang mulai terlihat sakit. Dia selalu ditemani sahabatnya yang paling setia, Bang Husin, yang juga...maaf, wadam. Kejadian yang membuat bang amang shock dan tambah parah adalah ketika dia mendengar Bang Husin meninggal tertabrak mobil 2 minggu lalu. Bang Amang sudah nggak mau makan. Semangat hidupnya terasa sudah hilang. sampai senin malam kemarin akhirnya dia ditemukan sudah meninggal dalam kesendirian di kamarnya.
Pagi ini banyak sekali kerabat dan tetangga yang dulunya bertempat tinggal di kampung dukuh berkumpul. Ada banyak orang yang dulu jadi tetangga gua, bertahun-tahun tidak pernah ketemu sekarang ketemu lagi. Gua bersyukur bisa diberi kesempatan untuk hadir dan mengantar Bang Amang ke Pekuburan Bungur. Tempat dimana Bang Husin juga dikuburkan. Juga tempat ratusan penduduk asli kampung dukuh dimakamkan. Dengan sesegukan, Ustad Marzuki memberi tausyiah di atas makam bang Amang. Kita semua akan kembali.......selamat jalan Bang Amang.


0 Comments:
Post a Comment
<< Home